EXT. KOLAM RENANG – SORE
Rosa duduk di bawah salah satu meja berpayung bersama dua orang laki-laki, dan seorang perempuan. Laki-laki pertama adalah PRODUSER, laki laki kedua adalah MANAJER ROSA. Dan yang perempuan bernama AIRA. Produser hanya mengenakan baju handuk dengan dada terbuka. Rambutnya basah. Manajer berpakaian kasual dengan T-shirt dan celana jins ketat serta kacamata hitam. Aira mengenakan rok selutut dan kemeja tangan pendek. Wajahnya halus. Dengan make-up tipis. Dia berdarah campuran Jepang. Kulitnya berwarna coklat.
Produser menatap menatap ROSA dengan genit.
PRODUSER
Cuma lo yang cocok untuk film ini. Karakternya lo banget.
MANAJER
Ini saatnya lo kembali ke layar lebar, CA. Prospek film ini menjanjikan karir lo naik lagi. Secara lo akan se-frame dengan artis-artis senior! Ayolah, tunggu apalagi?
Rosa sekilas menatap Aira kemudian menatap produser,
ROSA
Gue pikir-pikir lagi, mas Boy. Sementara ini gue mau fokus ke sinetron dulu.
Manajer nampak tidak sabar.
MANAGER
Jadwal syutingnya kan beda, CA. Dan ga begitu lama juga. Cuma enam bulan. Film itu akan menyulap lo menjadi superstar! Superstar, Ocha!
Aira mendehem untuk membuat perhatian ketiganya teralih padanya.
AIRA
Yang gue tahu lo itu profesional. Jangan karena ada gue trus lo menghindar.
ROSA (V.O)
Ini yang gue paling males. Berhadapan ama orang yang sok profesional.
Manajer menyalakan rokok kreteknya.
ROSA
Besok gue kasih jawabannya, mas Boy.
Manajer, produser, Aira hanya mengangguk-angguk. Rosa beranjak meninggalkan ketiganya.
CUT TO: