Jumat, 20 Maret 2009

SCENE 23

EXT. JALANAN – SORE

Rani menghentikan laju kendaraannya di depan sebuah kios koran. Dia memanggil penjaga kios yang sedang main catur di sebelah kios. Penjaga kios menghampiri jendela mobil Rani. Rani menunjuk tabloid yang bergambar foto Rosa dan headline soal pamornya yang mulai redup. Si penjaga kios menujuk tabloid lain yang gosipnya lebih heboh. Rani menggeleng. Dia mengeluarkan sehelai uang sepuluh ribu pada penjaga kios. Dia menunggu kembalian sambil mengamati gambar depan. penjaga kios datang dan menyerahkan beberapa lembar uang ribuan. Rani meletakkan tabliod di jok samping lalu melanjutkan perjalanan.


CUT TO:


Jumat, 13 Maret 2009

SCENE 22

EXT. LAPANGAN PARKIR - SORE

AIRA mengejar ROSA. Dia mencekal tangan ROSA dan memaksa ROSA membalikkan badan.


AIRA

Lo ga ngehargain gue! Matian-matian gue ngerayu mas Boy supaya lo main di film ini tapi jawaban lo malah gantung!


CUT TO:


Jumat, 06 Maret 2009

SCENE 21

EXT. KOLAM RENANG – SORE

Rosa duduk di bawah salah satu meja berpayung bersama dua orang laki-laki, dan seorang perempuan. Laki-laki pertama adalah PRODUSER, laki laki kedua adalah MANAJER ROSA. Dan yang perempuan bernama AIRA. Produser hanya mengenakan baju handuk dengan dada terbuka. Rambutnya basah. Manajer berpakaian kasual dengan T-shirt dan celana jins ketat serta kacamata hitam. Aira mengenakan rok selutut dan kemeja tangan pendek. Wajahnya halus. Dengan make-up tipis. Dia berdarah campuran Jepang. Kulitnya berwarna coklat.


Produser menatap menatap ROSA dengan genit.


PRODUSER

Cuma lo yang cocok untuk film ini. Karakternya lo banget.


MANAJER

Ini saatnya lo kembali ke layar lebar, CA. Prospek film ini menjanjikan karir lo naik lagi. Secara lo akan se-frame dengan artis-artis senior! Ayolah, tunggu apalagi?


Rosa sekilas menatap Aira kemudian menatap produser,


ROSA

Gue pikir-pikir lagi, mas Boy. Sementara ini gue mau fokus ke sinetron dulu.


Manajer nampak tidak sabar.


MANAGER

Jadwal syutingnya kan beda, CA. Dan ga begitu lama juga. Cuma enam bulan. Film itu akan menyulap lo menjadi superstar! Superstar, Ocha!



Aira mendehem untuk membuat perhatian ketiganya teralih padanya.


AIRA

Yang gue tahu lo itu profesional. Jangan karena ada gue trus lo menghindar.


ROSA (V.O)

Ini yang gue paling males. Berhadapan ama orang yang sok profesional.

Manajer menyalakan rokok kreteknya.


ROSA

Besok gue kasih jawabannya, mas Boy.


Manajer, produser, Aira hanya mengangguk-angguk. Rosa beranjak meninggalkan ketiganya.


CUT TO: